Minggu, 06 Maret 2016

Puncak Tema: Persiapan Naik Kereta

Bagi orang yang tiap hari berangkat dan pulang kerja maupun aktifitas lain menggunakan kereta sebagai transportasinya mungkin sudah tidak aneh lagi dengan aktifitas antri membeli tiket, antri saat mau masuk ke gerbong kereta ataupun tidak asing lagi dengan bunyi lokomotif yang menderu di kejauhan tanda kereta sudah datang. Namun lain halnya bagi anak-anak seumur Ayya yang memang selama hidupnya dia belum pernah sekalipun naik kereta..ini salah Nda Bundanya sepertinya..telat mengajaknya untuk naik kereta. Padahal tiap bulan Ndanya selalu menggunakan kereta api sebagai alat transportasi untuk berangkat dan pulang dari Jakarta ke Surabaya.

Untungnya di sekolah Ayya Bulan ini ada Puncak Tema Pembelajaran tentang “Naik Kereta” dan terlaksana kegiatan untuk memperkenalkan kereta api sebagai salah satu alat transportasi umum sekaligus memberi kesempatan untuk mengendarai meskipun durasinya hanya 45 menit berangkat dari stasiun Sidoarjo menuju Mojokerto dan kembali lagi ke Sidoarjo. Bagi saya waktu tempuh yang singkat sudah cukup untuk anak sekelas PG dan TK diperkenalkan bagaimana rasanya mengendarai kereta api, jika jarak tempuh yang lama pasti anak-anak menjadi bosan atau bahkan ada yang pusing di perjalanan.

Antusiasme seorang bocah yang belum pernah naik kereta heboh sekali...dari minggu sebelumnya sudah bertanya “kapan mbak Ayya naik kereta bun?..” begitu terus tiap hari dengan pertanyaan yang sama. Setelah tau bahwa hari kamis tanggal 3 Maret 2016 adalah hari yang ditunggu-tunggu, sejak senin tanggal 29 Maret sudah dihitung kurang 3 hari lagi,....begitu seterusnya di Counting down hingga hari H tiba.
Bangun tidur dengan semangat, langsung minta dibuatin bekal seperti ini.




Dan bergegas untuk mandi sendiri, segera menggosok gigi dan bersabun (beda dari hari lain yang masih pakai acara “main” di dalam kamar mandi.
Ke sekolah di anter sama saya,,sampai ke setasiun sidoarjo.Sengaja hari ini minta ijin untuk tidak masuk kerja supaya bisa mendampingi mbak Ayya dan menjemputnya sepulang dari Mojokerto nanti.

Sampai di Setasiun, anak-anak dikondisikan dengan sangat baik oleh para ustadzahnya (salut buat mereka) yang sudah superrrrr sabar mendampingi krucil-krucil buanyaakkkk seperti mereka dengan berbagai macam tipe, ada memang yang langsung diam menunggu arahan, ada yang heboh ngobrol loncat sana loncat sini, ada yang hiperaktif teriak-teriak keluar barisan dan ada pula yang punya kekuatan mejik, ditinggal noleh bentar anaknya sudah hilang pindah barisan kelas lain,,halahhh dalah... kalau bukan karena ketelatenan para ustadzah, ibu-ibu komite dan para wali murid yang ikut mendampingi selama persiapan hingga keberangkatan dan selama di dalam kereta hingga kembali lagi ke Sidoarjo sepertinya kegiatan ini tidak akan terlaksana lancar dan aman. Saluuttt..buat Insan Kamil.





Teknis sebelum naik ke kereta, mereka dibagi per kelas disuruh baris dan dipanggil berdasarkan kelompok per gerbong. Mbak Ayya yang ada di kelas TK-A2 naik di Gerbong 3 bersama anak TK-B1. Sebelum masuk ke ruang tunggu mereka dibagikan karcis per anak, kemudian berbaris melewati ruang tunggu langsung masuk ke jalur kereta melewati peron depan, sebelum naik ke Kereta di peron tiket mereka di cek dulu dan di stempel oleh petugas peron. Kemudian mereka langsung naik ke gerbong kereta yang sudah menunggu di jalur kereta Jenggala jurusan Mojokerto. Mereka tetap berjalan mengular rapi hingga naik ke gerbong, di gerbong sudah ada ibu-ibu komite dan para wali murid yang menunggu dan membantu mereka untuk naik. Perjalanannya sekitar 45 menit dari Sidoarjo-Mojokerto, mereka berangkat pk. 09.45-10.31, dan dari Mojokerto langsung kembali lagi ke Sidoarjo di jam keberangkatan 10.45 sampai di setasiun Sidoarjo pk. 11.31.




Pengalaman  naik Kereta ini sangat berkesan buat Ayya, di perjalanan pulang dia antusias sekali menceritakan apa yang terjadi di dalam kereta, seperti pak kondektur yang melubangi tiket dengan paper plunger melihat sawah dan perumahan lewat jendela kereta, dan serunya makan bekal bersama teman-temannya.

Terima kasih kepada Insan Kamil dan para ustadzahnya yang memberikan pembelajaran berharga seperti ini, semoga ke depannya Insan Kamil semakin maju dengan metode pembelajaran yang sederhana, penuh cinta namun melekat di hati para murid-muridnya.

Senin, 01 Februari 2016

Kartu ATM Suka-suka BTN



Mengenal Bank Tabungan Negara (BTN) ketika saya pindah ke tempat kerja baru, bukan karena ingin menambah koleksi akun, namun di institusi ini sepertinya sudah melakukan MoU dengan BTN untuk segala keperluan finansial, baik untuk pembayaran SPP mahasiswa, simpan pinjam pegawai hingga gaji pegawainya pun langsung diberikan melalui rekening BTN.  Dan melalui BTN pula saya mengenal KPR hihihi...karena belum punya uang banyak, untuk membeli rumah di sini saya harus mengandalkan BTN untuk melakukan KPR. Sudah sekitar 2 tahun kita jadi nasabah BTN karena memang rate KPR nya yang bagus.

Adanya pergantian status pekerjaan dari yang Non PNS ke CPNS maka saya harus membuka 1 akun rekening BTN lagi, menambah tebal dompet dengan makin banyaknya ATM (bukan makin banyaknya uang di dompet ya...hihiii). Bosen dengan gambar ATM yang biasa-biasa saja, kemarin iseng-iseng liat brosur baru tau loh kalau kartu ATM nya bisa di customized. Hih.. kok kerennn yaaa.. jadi saya coba lah minta ke CS bagaimana jika kartu ATM baru  saya di customized, CS nya malah antusias dan langsung di proses. Pertama kali kita harus akses ke www.kartusukasuka.btn.co.id

Dan mengikuti petunjuk yang ada disana:

Tinggal registrasi kartu personal, isi semua kolom dan klik tombol ‘registrasi’

Lalu pilih design dan unggah foto.

Atur posisi foto sesuai selera. Lalu submit ‘proses design kartu’

Lalu kita akan mendapatkan kode unik. Jangan lupa di print atau dicatat.

Kemudian tinggal ke kantor cabang BTN terdekat memberikan hasil print out yang didapat dari web dan membayar biaya pembuatan kartu sebesar Rp.75.000,-
 Seminggu berikutnya, pihak BTN akan menghubungi kita untuk mengambil kartu ATMnya.
 
Tadaaaaaaaa.. jadi deh…


Kereeenn deehh suka suka suka

Bakal jadi kartu ATM faforit aku deh. Salut deh Bank BTN atas inovasinya!
Jangan lupa masa berlaku kode unik hanya 3 hari, setelah 3 hari kode akan hangus dan kita harus upload ulang.


Yang belum jadi nasabah bisa kok buka tabungan setoran awalnya cuma 200ribu aja. Nantinya lewat tabungan BTN itu bisa buat bayar listrik, telfon, beli pulsa, bayar tiket pesawat/kereta, dll. Jangan lupa cek juga promo-promo tabungan BTN, dari mulai diskon di KFC sampai taman safari prigen.

Jumat, 06 November 2015

A Gift from Erha Clinic (very late post)

Ga ada hujan ga ada angin *bohong deh gue lagi musim hujan gini kokk.. Tau-tau sore-sore ada yang telpon, tumbenan nomor tanpa nama aku angkat, biasanya sampai jelek sampai dia telpon berkali-kali pun tidak pernah diangkat, males paling salah sambung atau ga telemarketing yang mau nyeramahin aku tentang produknya. Eh, ternyata di seberang perempuan bicara nanyain " ini benar mbak dewi? " di benakku udah negative thinking aja aduhh sales lagi deh kayake, tapi pas bilang dari erha clinic agak tertarik dengernya, tapi mikirnya gag jauh-jauh ohhh paling mau ngingetin jadwal konsultasi bulanan.

Eh ternyata di luar dugaanku sama sekali. Yang bicara di seberang adalah supervisor Erha Clinic Malang dan mau ngajakin sharing untuk perkembangan erha ke depannya. Kaget juga sih, kenapa tiba-tiba telpon aku dan ngajakin sharing pula. Kenal aja blm, seperti apa orangnya juga ga tau. Ternyata dia kenal lewat blog ini, Erha merasa tersanjung karena ada customer yang memberikan feedback positif seperti aku, akhirnya pengen bertemu dan ngobrol langsung. Besoknya di sms lagi, oleh supervisor satunya. Namanya Pak Bob. Juga belum kenal sebelumnya, akhirnya atur jadwal, sempat ku reschedule karena ternyata ada kepentingan mendadak. Dan jadilah hari senin kemarin aku ke erha ketemu beliau.

Sebelum ketemu, udah ngebayangin bapaknya setengah baya lebih, kaku, minim senyum dan akan bersikap interogatif, eh ternyata Pak bob masih muda, enak diajak sharing dan ganteng (yang terakhir abaikan).  ;-)

Hal pertama yg dibahas mereka merasa tersanjung dengan tulisanku diblog ini, karena feedback yang diterima erha tidak selalu negatif, masih ada yang merasa erha layaknya teman dan tempat untuk membuat kulit menjadi bukan sekedar cantik tapi sehat. Salah satunya aku. Aku pun tidak sekedar
ngoceh di Blog, hasilnya memang bagus dan memuaskan..bukan memuji erha karena akupun bukan brand ambassadornya, hanya sebagai customer yg ingin mempunyai kulit sehat dan bersih. Aku juga mengucapkan terima kasih karena Erha Clinic Malang sering memperhatikan pasiennya dan menghargai sebuah tulisan yang hanya sekedar ditulis di Blog Harian.

Erha Malang selama ini selalu meningkatkan sistem pelayanan dan kualitas produknya. Produknya sudah tidak perlu dikhawatirkan lagi karena komposisi obat/ krimnya memang diracik oleh dokter spesialis kulit profesional dan dibawah pengawasan Departemen Kesehatan serta BPPOM.
Jika banyak pelanggan yang mengeluhkan proses pelayanan yang lama, ruang tunggu yang kecil, tempat duduk yang terbatas itu memang karena sistem birokrasi pelayanan yang memang ditetapkan
seperti itu. Pihak Erha Malang memang terbentur birokrasi dengan Depkes, ada aturan sendiri tentang proses pelayanan, ada beberapa prosedur yang memang harus diikuti seperti setelah konsultasi dari dokter harus dibawa ke meja kasir dulu, tunggu dipanggil, bayar, habis itu ke farmasi dan tunggu lagi buat ambil obat..memang panjanggggg dann lamaaaaaa, apalagi kalo rame pasien. Tidak jarang aku
daftar dapat no antri diatas no. 20 ditinggal pulang dulu, dan malas harus balik lagi. Jdinya malah di
cancel. :(

Tapi terlepas  dari itu semua, dari dulu semenjak di Surabaya aku memang sudah suka dan puas dengan hasil perawatan di erhaclinic. Jadinya mendadak senang ketika dibuka cabang erhaclinic di Malang.

Pak Bob juga menyampaikan rencana ke depannya yang akan menembak pasar mahasiswa, oleh karena itu sekaligus bertanya tentang bagaimana kira-kira prosedur dan birokrasi yang akan diambil jika pihak erhaclinic akan mengenalkan produk erha ke kampus. Pertanyaan ini belum bisa aku jawab karena harus saya tanyakan dahulu ke pihak universitas tempat saya bekerja.

Akhir percakapan, Pak Bob memberikan surprise padaku berbentuk Voucher perawatan yang bisa digunakan di erhaclinic Malang hingga 5 bulan ke depan. Sungguh senang tiada tara..terima kasih Pak Bob dan Erhaclinic Malang.. semoga sukses selalu.








Kamis, 04 September 2014

Pencarian Sekolah Aya (lagi)

Iya beginilah kehidupan, kita memang selalu dihadapkan ke suatu persoalan ataupun masalah. Yang mana kita harus sanggup menyelesaikannya entah secepat mungkin ataupun bertahap namun pasti. Mengutip quotes sahabat aku Latifah Fajarwati yang sedikit-sedikit sudah terkontaminasi seorang penulis Darwis Tere Liye.

“ Jika Engkau punya masalah besar, jangan katakan itu pada orang lain.
 Tapi katakan pada Masalah, bahwa Engkau punya Allah yang Maha Besar”

Benar sekali, kita punya Allah yang Maha Besar. Itulah yang aku yakini, bahwa semua urusan sulit, semua masalah pasti akhirnya akan terselesaikan juga.

Berhubung, kita pindah rumah sejak beberapa bulan lalu, dan beberapa kesibukan yang menyita waktuku. Baru kemarin, aku mengembalikan Aya ke sekolah (Baca: sekolah di tempat baru). Pencariannya pun tidak memerlukan waktu lama, sama dengan waktu hunting sekolah satu tahun yang lalu. Karena kita sudah punya beberapa kandidat sekolahan yang sudah masuk ke dalam daftar survey. Bedanya, kalo dulu kita punya waktu banyak itu survey. Kali ini aku lakukan dalam sehari saja.  Karena aku menjelma menjadi seorang wanita yang superrrrr sibuk..ngalah-ngalahin Ibu Presiden.

Daftar sekolahan yang masuk kategori adalah:
1.    PG/TK As-Sabilillah : PG islam, kepunyaan Yayasan Matahari Biru, jarak dari rumah sekitar 1 km, jalur macet, dan melintas rel Kereta Api, UM+SPP dsb standart ke atas.

2.    PG/TKIT Insan Kamil:  PG Islam Terpadu, lebih mengutamakan pembelajaran Akhlak dan memperlakukan anak dengan hati (seperti logonya), jarak dari rumah hanya sekitar 300 meter keluar perumahan, bebas telatttt…, UM+SPP+infaq+dll standart ke atas.

3.    PG/TK Bunga Bangsa: PG umum (karena seragamnya tidak berjilbab), jarak dari rumah sekitar 500 meter, biaya murah karena dapat subsidi silang dari pemerintah.

4.    PG/TK Cendekia: PG Islam, jarak dari rumah sekitar 550 meter, biaya standar menengah.

5.    PG/TK Mutiara Hati:  PG umum, jarak dari rumah sekitar 750 meter, biaya standar menengah.

Dari kelima kandidat, terus terang pertama kali saya sudah jatuh cintahh dengan yang pertama, karena masih satu yayasan dengan sekolah Aya yang dulu, berharapnya Program sekolahnya juga tidak jauh beda. Sampai-sampai berencana membeli rumah di sekitar sana.

Tapi,,,setelah survey tanggal 22 Agustus kemarin, bertemu Kepala sekolah dan mengutarakan keperluanku untuk mendaftarkan aya. Ada kesan penolakan disini, karena quota sudah melebihi batas, di sini untuk PG sudah ada 2 kelas dan masing-masing kelas sudah diisi 23 anak. Dan alasan kedua karena pendaftaran juga telat. Kata kepala sekolahnya belum tau bisa diterima atau tidak, dan jika anak masuknya telat, takut merasa minder karena ketinggalan dari teman-teman yang lain.

Dari situ saya merasa sedikit kecewa dengan perkataan KepSeknya. Emang mau diajarin apa? Kok belum apa-apa sudah divonis Aya bisa minder, aya gak Pede, Aya kalah pinter, Aya bakal ketinggalan de es breee, de es bre,,. Bukannya kalau masih PG itu waktunya bermain, bersosialisasi, dan memperdalam akhlak? Jika dalam ilmu pendidikan, penilaian yang paling utama itu tentang penilaian afektif (sikap), bagaimana anak bisa bersikap santun, sayang terhadap teman, hormat pada guru, patuh pada ortu dan taat pada Allah SWT. Untuk kognitif sebatas mengenal huruf, angka, bukan dituntut untuk bisa fasih membaca.  Sedangkan psikomotornya mereka sudah melakukannya di sela-sela bermain. Jika sikap anak menjadi tidak PEDe karena kalah start dengan yang lain, aku rasa itu adalah tugas seorang guru untuk menyelesaikan dan membuat seorang peserta didik bersemangat kembali, di samping peran orang tua sebagai tameng pertama. Bukan menyerah sebelum berperang. Dan lagi…aku berpendapat tidak semua anak seperti itu. Bagi seorang Aya, bersosialisasi adalah hal yang mudah, dia pasti menggunakan tahap pengamatan, pendekatan dan jika cocok sama dia, pasti langsung enak dan nyaman. Guru-guru di Malang seperti itu, beliau bisa dekat sama semua anak, karena memperlakukan anak sebagai anak manusia.

Kembali ke bu Kepsek, setelah beliau konsultasi pada guru kelas PG, akhirnya aku diberi kesempatan untuk beli formulir pendaftaran dan menetapkan tanggal observasi untuk Aya. Jadilah  1 September untuk observasi. Namun, setelah sampai rumah, sepertinya aku harus survey ke beberapa sekolah lagi. Tidak bisa menetapkan harapan hanya pada satu sekolah. Seminggu berikutnya saya survey ke sekolah no.2. Alhamdulillahh di sekolah ini saya mendapatkan pencerahan. Bertemu langsung dengan kepala sekolah, mengutarakan maksud dan tujuan, ternyata quota masih ada untuk kelas B, yaitu 14 anak dalam 1 kelas (lebih efektif dibandingkan sekolah yang pertama) dan tiap kelas diajar oleh 2 orang guru, perfect. kemudian Aya dibawa ke dalam, observasi diri dan lingkungan sekolah, lima menit kemudian saya Tanya ke Aya mau tidak sekolah disini? Dengan tegas dia menjawab mau. Karena, temannya banyak, dan sekolahnya warna pink. Hahahaaa……cocok deh kalau begitu.

Untuk kandidat sekolah yang lain, saya Tanya info ke beberapa teman yang anaknya sekolah disana. Memutuskan tidak melanjutkan survey karena sudah dapat sekolah yang cocok di hati, nyaman buat Aya, dekat dengan rumah, dan lokasinya bersahabat dengan lingkungan, karena jauh dari hiruk pikuk kendaraan bermotor dan tanpa melintas rel Kereta Api, bebas macet pula. Oke dehh, Nda-e Aya juga langsung setuju, walaupun biaya masuknya bikin perut mules. Merasa sayang aja kalau kita bayar segitu banyak hanya untuk 10 bulan ke depan. Tapi demi masa depan anak, ini adalah tugas orang tua untuk mengantarkan anak ke sana.

Bismillahirahmanirrahim, Insan Kamil terpilih untuk menjadi Sekolah Aya berikutnya.
Allah Yang Maha Besar telah memberikan kami jalan keluar.

Dan inilah ekspresi  kegembiraan Aya bersekolah di Insan Kamil


Sabtu, 13 April 2013

Minggu ketiga adalah pelajaran berenang

Setiap hari selasa pada minggu kedua tiap bulannya di sekolah Aya ada pelajaran berenang, yang mengharuskan semua siswa-siswi ikut kegiatan tersebut ke wonderland waterpark di Batu Resort Hotel. Kegiatan ini memang rutin diadakan untuk melatih kemampuan motorik anak juga. sebenarnya aku suka dengan programnya, namun Kurang adanya ketegasan antara guru yang satu dengan yang lainnya, bahwa anak kelas A harus didampingi orang tua bikin jadwal kerjaku berantakan. Saya tanya kemarin, kira-kira Aya boleh ikut tanpa didampingi ortu tidak? kepala sekolahnya bilang boleh yang penting peralatan berenangnya lengkap dibawa, sempat lega juga tapi campur cemas nih,, lega karena tidak bingung dengan jadwal ngajar yang mepet banget dengan jam pulang sekolah Aya,  namun cemas juga kalau Aya ditinggal sendiri hanya dipasrahin ke gurunya, apakah bisa gurunya menjaga anak segitu banyak di kolam renang...?



Ternyata kecemasan saya kejadian, pas keesokan hari ngumpul di sekolah sebelum berangkat salah satu gurunya bilang "Aya gimana bunda? ikut tidak? kalau ikut sekalian bunda ya..." nah lo ortu siswa kelompok A harus ikut mendampingi putra-putrinya, gurunya belum bisa menangani jika terjadi sesuatu/rewel di kolam renang. Mulai bingung deh aku, tidak jadi ikut renang sudah terlanjur janji sama Aya kemarin, ikut ngantar berenang bagaimana dengan kelas praktikum nanti?? Akhirnya, mahasiwa ditelpon untuk memundurkan jadwal 30 menit dari biasanya, telpon asisten untuk menyiapkan semua bahan dan alat yang dibutuhkan saat itu, dan teman- teman pun saya recokin untuk membantu asisten, pokoknya hebohh banget deh pagi itu, belum lagi perasaan deg-degan di kolam renang karena jam 10.15 kegiatan berenang belum selesai. Apalagi yang namanya Aya, dia betah banget di kolam renang, anak yang lain sudah naik karena kedinginan menggigil, si Aya malah ga mau naik, masih ngajak gurunya renang, main air, dan main perosotan..hadehh efek sejak 5 bulan sudah berenang di swimming pool karet lengkap dengan neckringnya. Dia cepat bisa belajar, gurunya juga telaten ngajarin teknik berenang, sampai salah satu gurunya bilang Aya harus ikut tiap bulannya supaya cepat pinter dalam berenangnya, karena Aya cepat banget menangkap instruksi.


Kecemasan belum selesai karena aku belum sampai kampus, apalagi makin geregetan karena ada anak yang semobil dengan kita masih makan, ada yang masih belanja di areal perbelanjaan,,haduhhh ini ibuk ibukk tidak ada yang ngerti kalau aku harus segera ke kampus untuk ngajar mahasiswa yang jadwalnya diundur " sak enake udhelku" hehehee, belum lagi kejadian di tempat parkir masih pake acara alarm mobil tidak bisa dimatikan, sampai cara nyetirnya ibuk yang baru selesai belajar mengemudi pelannn seperti keong,, pengen aku gantikan nyetir aja dengan kecepatan 90 km/jam heheeee siapa guehh ya? Sabar...sabar...
Stok sabar harus selalu diisi, karena sampai sekolah aku harus antar Aya pulang dulu, dengan kondisi bocah yang ngantuk karena kecapekan renang dan kekenyangan aku antar Aya pulang dengan kecepatan sedang ga bisa ngebut juga takut si bocah jatuh, bisa berabe nantinya.. Eh, udah tau bundanya buru-buru dikejar waktu, Aya masih sempat jatuhin bosu di jalan menanjak menuju perumahan,,argghhhhhhhhhh bikin emosi jiwa, aku harus melepas ikatan aya, turun dari motor, jagangin motor, jalan ke bawah ambil bosu yang jatuh menggelinding jauh dari posisi kita berhenti. Dimana yahh beli sumbu sabar, aku mau beli seratus buat nyetok kesabaran aku. resiko resiko resiko....sabarr...

Pas sampai di kelas, asisten sudah memulai dengan pre-test.. Alhamdulillahh masih bisa ngajar tepat waktu, dan praktikum hari itu berjalan dengan lancar.. Makasih teman-teman yang sudah bersedia membantu kebingungan aku. Jazakumullah khairon katsirr....

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...